Berita

Bridge, Permainan Kartu yang Tak Sekadar Menguras Pikiran

Kamis, 02 April 2020 - Anne Rufaidah 1135

BANDUNG, Ditmawa ITB – Bermain kartu remi sudah menjadi sebuah permainan yang popular di Indonesia. Termasuk di ITB, ada sebuah unit kegiatan mahasiswa yang menamakan dirinya sebagai Unit Aktivitas Bridge (AUB) ITB.  Mengusung rasa kekeluargaan dan kebersamaan, UAB ITB dikenal sebagai unit kegiatan mahasiswa yang tak sekadar bermain kartu saja. Tapi permainan yang dianggap menguras pikiran sang playernya ini, juga melatih logika matematika kita dalam melihat peluang sebuah permainan kartu.

Ketua UAB ITB. Haykal mengungkapkan jika dalam permainan catur, seseorang bermain sendiri, berbeda dengan Bridge. Permainan itu diharuskan bermain secara tim yang beranggotakan 2 orang, dan dalam satu permainan terdapa 4 player yang terdiri dari 2 tim. Setiap player duduk berhadapan dengan tim lawan dan permianan kartu pun bisa dimulai.

“Bridge menjadi salah satu unit kegiatan mahasiswa di bidang olah raga pikiran. Selain menguras pikiran pemainnya, Bridge juga mengajarkan kita untuk bermain strategi dan membaca peluang dengan kemungkinan matematis supaya mendapatkan poin yang menang dari lawan. Bridge juga melatih kerja sama anggota tim, karena saat bermain Bridge para pemain juga dituntut untuk bisa memainkan trik komunikasi tanpa terbaca lawan,” terang mahasiswa program studi Teknik Mesin tersebut.

Menurutnya, UAB ITB secara rutin mengadakan latihan Bridge seminggu sekali. Dalam latihan tersebut, para anggotanya tidak hanya bermain kartu, tetapi juga diajarkan merancang Teknik dan strategi untuk memenangkan poin. Unit kegiatan mahasiswa yang sudah ada di ITB sejak tahun 1970-an  ini pun secara konsisten melantik 30 orang mahasiswa untuk jadi anggotannya setiap tahun.

Haykal menuturkan, saat ini peminat permainan Bridge di ITB memang sedang menurun. Pasalnya masih banyak mahasiswa yang terbentuk dengan jadwal akademik maupun jadwal lainnya. Untuk itu pihaknya tengah merancang sebuah program kynjungan ke Sekolah Menengah Atas/sederajat untuk mensosialisasikan kembali Bridge di kalangan pelajar agar ketika masuk ke perguruan tinggi, minat pada permainan Bridge bisa tersalurkan dengan baik.

“Semoga ke depannya, minat permainan Bridge di kalangan pelajar dan mahasiswa Indonesia terus meningkat dan lebih banyak disukai oleh banyak orang,” pungkasnya.