Berita

Odara Eka Aptari, Kuliah Bukanlah Tujuan Akhir Hidup

Jumat, 15 Mei 2020 - Anne Rufaidah

BANDUNG, Ditmawa ITB – Mengeyam pendidikan di perguruan tinggi terbaik di negeri ini tentu menjadi sebuah kebanggaan. Namun, hal tersebut tidak serta merta membuat mahasiswi Teknik Kimia Fakultas Teknik Industri ITB, Odara Eka Aptari, cepat berpuas diri. Baginya, kuliah bukanlah tujuan akhir hidup. 

“Menjalani perkuliahan merupakan sarana saya untuk untuk mencapai tujuan hidup, yakni berbagi dengan sesama melalui expertise yang saya miliki. Oleh karena itu, saya mencoba banyak hal baru selama kuliah sehingga saya dapat mengerti hal-hal apa saja yang saya sukai,” ujar peraih beasiswa UNESCO Center for Peace ini. 

Odara mengungkapkan bahwa pendidikan sangatlah penting bagi seseorang karena pendidikan merupakan salah satu sarana utama seseorang untuk menemukan minat bakat serta mencapai potensi dirinya. Pendidikan yang dimaksud, bisa jadi pendidikan formal dan non-formal. Alasan inilah yang kemudian mengispirasi ia dan sahabatnya mendirikan organisasi nirlaba, Say Yes To Books. Organisasi ini bergerak di bidang pendidikan dan literasi, dengan konsep perpustakaan keliling. Perpustakaan ini kemudian berkeliling ke panti-panti asuhan di Bandung setiap harinya. Ia menyakini bahwa pendidikan adalah potensi fondasi terkuat yang dimiliki seseorang untuk mengeksplorasi potensi serta minat bakatnya. 

Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan pendidikan yang dijalaninya saat ini, ia pun berprinsip melakukan yang terbaik dalam menjalani perkualiahannya. Diakui Odara, program studi Teknik Kimia bukanlah hal yang mudah baginya. Akan tetapi, sejauh ini ia mampu membuktikan bahwa usaha yang maksimal membuahkan hasil yang maksimal pula. Terlebih baginya, ia mengemban tanggung jawab dan privilege dari kedua orangnya, untuk itu wajib bagi ia untuk tidak mengecewakan. 

Memiliki predikat sebagai mahasiswa terbaik di Teknik Kimia ITB memang menjadi prestasi, akan tetapi bagi Odara. Prestasi tidak hanya berarti sesuatu yang bisa dilihat, tetapi juga dirasakan. Beragam prestasi pernah diraihnya, seperti Mahasiswa Berprestasi Utama – TPB FTI 2018, Juara 2 pada Go Green In The City Schneider Electric 2019, Selected Idea Contributor (Juara 1 - Speaker) pada World Green Building Week 2019, dan sederet prestasi lainnya. 

“Prestasi menurut saya juga tidak hanya sesuatu yang bisa dilihat, tetapi bisa jadi sesuatu yang dirasa. Jikalau orang menanyakan prestasi atau achievement terbesar saya, saya akan menjawab bahwa prestasi terbesar saya bukan menang lomba ini itu, akan tetapi perkembangan saya menjadi orang yang sangat mudah beradaptasi terhadap lingkungan. Sifat ini dibentuk karena saya selama SMA setiap tahun pindah kota dan pindah sekolah. Walaupun keliatannya susah, akan tetapi pengalaman ini membentuk saya menjadi seseorang yang mudah beradaptasi terhadap lingkungan baru dan selalu mencari hal positif dari semua linkungan sehingga saya dapat menguki prestasi-prestasi lainnya,” papar mahasiswi peraih Selected Giving Back Intern dari Boston Consulting Group 2019 tersebut. 

Tak hanya berprestasi di bidang akademik, Odara pun aktif mengikuti berbagai kompetisi non-akademik. Seperti Program Manager dalam Students Catalyst Batch 5 Bandung , Peer (Mentor) pada StudentsCatalyst Batch 9 Bandung, Juara 1 Olimpiade KM ITB (Futsal Putri) 2018, Juara 1 Olimpiade KM ITB (Tenis Ganda Putri) 2018 , Juara 2  Olimpiade KM ITB (Voli Putri) 2018, Juara 1 Kampoeng Bola (Futsal Putri) 2019.