Berita

Wirawan Lingga, Prestasi Tak Sekadar Soal Kompetisi

Jumat, 15 Mei 2020 - Anne Rufaidah

BANDUNG, Ditmawa ITB – Prestasi kerap dikaitkan dengan kemenangan di berbagai kompetisi. Akan tetapi hal itu tidak jadi mutlak menjadikan seseorang lantas berprestasi. Bagi Wirawan Lingga, mahasiswa berprestasi dari program studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB, prestasi yang seringkali dikaitkan dengan kompetisi, menimbulkan stereotip bahwa orang berprestasi adalah orang yang sering menang lomba. Menurutnya, itu salah besar. 

“Prestasi itu sesederhana hasil usaha kita. Menjadi sebuah staf organisasi yang berdampak bisa jadi lebih berarti daripada ketua BEM. Mampu membayar UKT sendiri adalah sebuah prestasi. Mampu bekerja paruh waktu untuk makanan sendiri adalah sebuah prestasi. Prestasi juga merupakan pengakuan diri kita untuk diri kita sendiri, janganlah hanya terpaku pada pengakuan dan pujian dari orang lain. Sertifikat-sertifikat ataupun segala jenis penghargaan yang dimiliki sekarang, tidak ada artinya tanpa usaha diri kita sendiri,” ujarnya/ 

Ia menilai bahwa saat ini sistem pendidikan yang ada masih  dirasa kurang berhubungan dengan prestasi. Pendidikan seringkali dikaitkan dengan nilai. Padahal IPK tinggi bukan berarti lebih berprestasi daripada orang lain yang IPK nya mungkin lebih rendah. Tantangan sebenarnya ada di luar kampus, bagaimana sebuah masalah yang terjadi bukan sekadar diketahui, ditanya, skematik, asumsi, dan jawaban saja/ Ada lagi masalah finansial yang harus diurus, masalah manajemen sumber daya, dan lain-lain.. 

Mahasiswa yang pernah menjadi anggota tim untuk mewakili Indonesia ke Mongolia dalam ajang Asia-Pacific Broadcasting Union Robot Contest (ABU Robocon) pun mengungkapkan, mahasiswa sangat dianjurkan untuk aktif dalam berorganisasi. Menurutnya, saat mahasiswa lulus tentu akan bertemu dengan hal yang berkaitan dengan keorganisasian. Hal ini bisa dibantu dengan menyimulasikan hal tersebut di organisasi kampus. Selain itu, ia yang juga aktif menjabat divisi musik Unit Kebudayaan Tionghoa ITB pun aktif dalam unit Robotika ITB. Beberapa kali tim nya lolos ke berbagai kompetisi robot regional, nasional, maupun internasional, 

“Meski IPK masih merupakan hal yang penting di dalam akademik, hanya saja masih banyak hal lain yang bisa kita eksplorasi di dunia perkuliahan ini. Menetapkan prioritas bahkan sebelum masuk kuliah adalah proses yang vital, dan ini dapat mencegah kita untuk menjadi seseorang yang banyak alasan (sok sibuk). Karena kesibukan bukanlah soal menunggu waktu luang, melainkan niat dan kemampuan kita untuk meluangkan waktu. Orang sibuk dan produktif itu berbeda. Mampu meluangkan waktu untuk hal yang Saya butuhkan, inginkan, dan ketika dibutuhkan, adalah prinsip saya,” kata Wirawan yang juga bekerja sukarela sebagai kontributor desain flow sensor untuk membangun ventilator COVID-19.