English Language Indonsian Language

Kolaborasi Apik Berbagai Disiplin Ilmu dalam Kompetisi TSRA 2022

Sabtu, 14 Mei 2022 - Anne Rufaidah

BANDUNG, kemahasiswaan.itb.ac.id – Jika umumnya kompetisi tingkat mahasiswa mewakili bidang kelilmuannya masing-masing, hal ini justru berbeda dengan kompetisi Tanoto Student Research Award (TSRA) 2022. Tanoto Foundation secara rutin menggelar kompetisi TSRA dan bekerjasama dengan ITB dan 4 perguruan tinggi lainnya seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Diponegoro (Undip), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Universitas Brawijaya (UB).

“Ada yang berbeda dengan penyelenggaraan TSRA 2022 kali ini. Jika sebelumnya, TSRA diadakan di masing-masing perguruan tinggi mitra, kini TSRA diadakan bersamaan dengan perguruan tinggi lainnya yang sudah bekerjasama dengan Tanoto Foundation,” ucap Dosen ITB sekaligus Ketua Pelaksana TSRA 2022 Dr. Kusprasapta Mutijarsa, S.T, M.T saat acara Pembukaan TSRA 2022 secara daring pada Sabtu (14/5/2022).

Menurutnya, format acara TSRA 2022 terbagi menjadi 2 kegiatan utama, yakni Interdisciplinary Capstone Design Challenge (ICDC – Design Challenge)  dan IInterdisciplinary Design Virtual Course (IDVC – Virtual Course). Pada kegiatan pertama, mahasiswa mengikuti kompetisi antar kampus dan mencari pemenang dengan skor nilai tertinggi. Setiap perguruan tinggi mengirimkan 25 mahasiswa dari berbagai ilmu baik sains, teknologi, maupun humaniora. Kompetisi mengharuskan peserta untuk berkolaborasi interdispline ilmu untuk mencari solusi dalam permasalahan yang ada.

Sedangkan untuk kegiatan kedua yakni Interdisipline Design Virtual Course, dibuka untuk mahasiswa secara umum dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta. Pada kegiatan tersebut, peserta akan diberikan pengetahuan, wawasan, pengalaman dan bagaimana cara berpikir dan membangun solusi dengan pendekatan interdisipliner design. Format acara online ini pun akan diikuti oleh 300 peserta mahasiswa dari 55 PT Negeri maupun Swasta. Kegiatan ini pun bisa dikonversi sebagai kegiatan MBKM setara 2 SKS.

University Partnership & Cohort Management Lead dari Tanoto Foundation, Yosea Kurnianto menyebutkan TSRA merupakan upaya Tanoto dalam membantu mahasiswa mengembangkan potensi dan menyiapkan diri dalam menghadapi masa depan. Format acara TSRA yang berbeda kali ini pun, diakuinya menjadi salah satu pembuka keterlibatan lebih luas dengan perguruan tinggi lainnya  agar antar mahasiswa dari masing-masing perguruan tinggi bisa saling belajar. Tidak hanya belajar pada dosen pengampu kegiatan tersebut, tetapi juga sesame peserta kompetisi TSRA dair perguruan tinggi lainnya.

“TSRA adalah bagian dari program Teladan (Transformasi Edukasi untuk melahirkan Pemimpin Masa Depan). Kami berjalan dengan semangat bahwa setiap individu harus memiliki kesempatan yang luas dalam mengembangkan potensinya secara penuh dan utuh. TSRA diharapan menjadi salah satu alternatif mengembangkan potensi mahasiswa. Dengan format kompetisi yang berbeda di tahun ini, kami sangat bersemangat dan mengucapkan terima kasih, karena TSRA kali ini lebih menitikberatkan kolaborasi multidisplin,” jelas Yosea.

Sementara itu, hadir dalam acara pembukaan, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (WRAM) ITB, Prof. Dr. Ir. Jaka Sembiring M.Eng. Pada kesempatan tersebut ia menuturkan, tantangan mahasiswa di masa depan bukan hanya soal mencari keilmuan, teknis, dan mendapatkan solusi saja tetapi juga kemampuan dalam mengatasi perbedaan dalam menemukan solusi terbaik bagi bangsanya sendiri. Ia menegaskan bahwa mahasiswa pun perlu dibekali dengan literasi kemanusiaan dimana kemampuan ini tidak didapatkan di kelas tetapi pada pengalaman hidupnya dan TSRA mengambil peran tersebut. Di masa depan, mesin dan robot bisa jauh lebih pintar dari manusia, computer dan algoritma bisa mendominasi kehidupan manusia, lalu apa yang perlu dilakukan oleh manusianya sendiri dalam menghadapi hal itu, tentu bukan lagi soal intelegensia tapi kemanusian.

“Mengembangkan Human Literacy adalah salah satu caranya. Bagaimana pun majunya teknologi, yang kreatif itu manusia dan mesin belum bisa. Yang bisa design thingking, memiliki rasa empati itu adalah milik manusia. Semangat TSRA dalam kompetisi kali ini salah satunya adalah untuk membentuknilai-nilai kemanusiaan mahasiswa di tengah perbedaan dan kemajuan teknologi masa depan yang tidak terduga ini,” pungkasnya.

Logo Kemahasiswaan ITB

Gedung Campus Center Barat Lantai 1

Jl. Ganesa No.10 Lebak Siliwangi

Kec. Coblong, Kota Bandung 40132

Phone: (022) 2504814

© Direktorat Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung