English Language Indonsian Language

Bincang Akademik, Abdimas dan Riset STEI ITB 2023: Ekosistem Inovasi Menuju Indonesia Beradap

Jumat, 09 Juni 2023 | Reporter : Satria Octavianus Nababan | Editor : Anne Rufaidah

BANDUNG, kemahasiswaan.itb.ac.id - Pada Jumat, 26 Mei 2023 lalu, Kegiatan BinAAR#2: Bincang Akademik, Abdimas, dan Riset STEI ITB digelar di Ruang Rapat Labtek VIII Lantai 2, Kampus ITB Ganesha. Kegiatan tersebut diadakan secara hybrid, menggabungkan pertemuan tatap muka di lokasi dengan pemanfaatan teknologi zoom meeting. Topik yang dibincangkan mengenai ekosistem inovasi dan upaya menuju Indonesia Beradab. Narasumber yang diundang adalah Dr.Ir. Syarif Hidayat, MT., seorang dosen dari KK Teknik Ketenagalistrikan, dan moderator acara adalah Dr. Eng Infall Syafalni, dosen dari KK Elektronika.

Dr.Ir. Syarif Hidayat, MT. memulai presentasinya dengan menjelaskan definisi dari kata beradab yang secara ringkas dapat dinyatakan sebagai kombinasi dari menghargai, memakmurkan dan berkeadilan. Terdapat 3 syarat peradaban unggul, diantaranya layanan umum prima (infrastruktur, suprastruktur dan governance), inovasi unggul (invensi dan discovery yang bermanfaat bagi masyarakat) serta pendidikan pemuda yang mampu membangun dan berkesadaran ekosistem. 

"Pembahasan kali ini akan berfokus pada pentingnya ekosistem inovasi dalam mencapai kemajuan Indonesia yang beradap. Indonesia sebagai negara berkembang memiliki potensi besar dalam hal sumber daya manusia, sumber daya alam, dan pasar yang luas. Namun, untuk dapat mengoptimalkan potensi tersebut, diperlukan ekosistem inovasi yang kuat. Yang paling mengenaskan adalah indeks keberadaban Indonesia, yang kita ada diurutan 29 dari 32 negara yang disurvey. Saya menyatakan bahwa ini adalah potret yang sangat telanjang bagi Indonesia, karena dalam keadaan sehari-hari pun kita tidak beradab.” terang Syarif.

Dalam paparannya, Ia pun menyoroti beberapa faktor kunci dalam membangun ekosistem inovasi yang berhasil. Pertama, ia  menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah. Kolaborasi ini memungkinkan transfer pengetahuan, sumber daya, dan pengalaman antar sektor yang berbeda, sehingga mendorong terciptanya inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.  

Menurutnya, terdapat masalah ketika hanya membicarakan aktor inovasi saja tanpa membahas tentang ekosistemnya. Ekosistem terdiri atas para aktor yang bermain di dalam environment dan resources, yaitu environment yang enabling dan resources yang terdiri atas bahan, uang dan orang. Resources kita dalam bidang sumber daya manusia hanya memiliki banyak konsumen tetapi sangat sedikit yang benar-benar memahami dan ahli dalam bidangnya. 

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa jika kita ingin menghasilkan invensi dan discovery, jelas kita membutuhkan peneliti tetapi diluar itu juga perlu ada investor. Kebanyakan yang sifatnya discovery, investornya adalah negara karena negara yang mampu menyerap dan mampu menciptakan kapasitas besar. Serta dibutuhkan juga kolaborasi terhadap user, engineer, support dan entrepreneur sehingga akan mendapatkan invensi/discovery. Belum cukup sampai disitu setelah mendapatkan discovery, masih dalam environment yang sama untuk mencapai pasar, dibutuhkan kehadiran aktor lain diantaranya trader, fabricator, investor, regulator dan entrepreneur. 

Kedua, narasumber menjelaskan tentang pentingnya dukungan pemerintah dalam menciptakan kebijakan yang mendukung inovasi. Hal ini termasuk regulasi yang memfasilitasi pengembangan teknologi, insentif bagi pelaku inovasi, dan perlindungan hak kekayaan intelektual. Dengan adanya dukungan tersebut, para inovator akan merasa didukung dan termotivasi untuk terus berinovasi.

Selanjutnya, ia juga membahas peran perguruan tinggi dalam ekosistem inovasi. Baginya perguruan tinggi memiliki peran yang sangat penting sebagai pusat penelitian dan pengembangan teknologi. Selain itu, perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab untuk mendidik generasi muda yang kreatif dan inovatif.

Setelah presentasi narasumber selesai, moderator membuka sesi tanya jawab. Para peserta dengan antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait ekosistem inovasi dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk mendorong inovasi di Indonesia. Dr.Ir. Syarif Hidayat, MT. dengan penuh pengalaman menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dan memberikan pandangan yang mendalam.

Acara Bincang Akademik, Abdimas, dan Riset STEI ITB di Tahun 2023 ini berlangsung dengan lancar dan sukses. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta pulang dengan pengetahuan yang baru dan semangat yang tinggi untuk turut berkontribusi dalam membangun ekosistem inovasi yang kuat di Indonesia dan dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan Indonesia beradab di masa yang akan datang.

Logo Kemahasiswaan ITB

Gedung Campus Center Barat Lantai 1

Jl. Ganesa No.10 Lebak Siliwangi

Kec. Coblong, Kota Bandung 40132

Phone: (022) 2504814

© Direktorat Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung