BANDUNG, kemahasiswaan.itb.ac.id – Macro photography merupakan salah satu genre fotografi yang cukup digemari di Indonesia. Detil foto pada makhluk hidup yang diabadikan oleh kamera, bukanlah hal yang mudah. Hal ini memerlukan keahlian yang mumpuni dan kreativitas fotografernya. Pada Studium Generale KU 4078, mahasiswa disajikan materi kuliah Macro Photography yang menghadirkan fotografer makro professional, Lessy Sebastian. Acara yang digelar secara daring ini, dilaksanakan pada Rabu (9/2/2022).
“Saya mulai serius memotret sekitar tahun 2010. Saya mendapat pendidikan formal soal fotografi waktu saya berkuliah di DKV ITB dan lebih dari 25 tahun saya pun bekerja di bidang periklanan. Selain menyukai bidang fotografi, saya pun animal lover, makanya objek yang saya abadikan banyak soal hewan,” ungkap Lessy.
Menurutnya, perkembangan teknologi di bidang fotografi cukup cepat. Mulai dari teknologi foto hitam-putih, lalu foto berwarna, hingga perubahan teknologi analog ke digital. Ia merasa beruntung karena termasuk dalam generasi yang mengalami peralihan teknologi analog ke digital. Belum lagi genre fotografi yang semakin meluas. Mulai dari landscape, street photography, photojournalism, macro, human interest, fashion, sport, nature, dan masih banyak lainnya. Ada pula genre fotografi terpisah karena kamera yang digunakan untuk memotretnya pun berbeda dengan kamera DSLR, seperti genre fotografi aerial yang menggunakan drone, ataupun phonegraphy yang memakai smartphone.
Pria yang pernah menerima penghargaan pada Siena International Photography Awards Italy pada 2017 ini pun menuturkan, macro photography merupakan foto yang diambil dari jarak yang sangat dan bertujuan untuk mendapatkan detail gambar yang sangat tinggi pada objek yang kecil. Biasanya, fotografi makro memiliki rasio 1:2 yaitu besar gambar yang dihasilkan sama ukurannya dengan benda aslinya.
“Bagi saya, fotografi makro itu selalu bisa memberikan saya kejutan. Meskipun saya sudah sering memotret makro, namun ada saja hal yang baru. Saya masih sering menemukan unsur kejutan setelah melihat hasil foto makro saya sendiri. Karena banyak hal yang tidak terlihat dengan mata telanjang, namun bisa terlihat jelas, detail, dan kadang menemukan moment unik saat melihat hasil foto makro sendiri,” ucap Lessy.
Dalam fotografi makro, menurutnya, diperlukan penguasaan teknik kamera tersendiri. Selain itu komponen pendukung lainnya seperti lensa, juga dibutuhkan teknik khusus untuk penguasaannya. Tak hanya terampil secara teknik memotret, seorang photographer macro pun harus memiliki kreativitas dalam karya foto macronya. Seperti menggunakan konsep dan cerita dalam karya fotonya.
Ia pun berbagi tips dan trik perihal memotret makro seperti yang ia lakukan. Pertama, ia memakai kamera dan lensa macro yang baik. Dalam kesehariannya, ia memakai camera Canon 80 D dan Canon Macro Lens EF 100 mm, F/2 8L IS USM untuk memotret macro. Alternatif lainnya, ia pun menyarankan agar bisa memakai extension tube, reverse ring raynox, filter close up atau lensbong.