English Language Indonsian Language

Orasi Ilmiah PMB ITB 2025: Soft Robotics, Inovasi Masa Depan untuk Layanan Kesehatan

Rabu, 27 Agustus 2025 | Reporter : Iswatun Amaliah Khairuunisa | Editor : M Habib Nur Fauzan

JATINANGOR, kemahasiswaan.itb.ac.id – Perkembangan robotika kian pesat dan kini merambah dunia kesehatan melalui inovasi soft robotics. Topik ini diangkat dalam Orasi Ilmiah Sesi 2 Penerimaan Mahasiswa Baru Semester 1 Tahun Akademik 2025/2026 dengan judul “Ilmu yang Menghidupkan: Peran Soft Robotics dalam Pelayanan Kesehatan Bagi Sesama” yang disampaikan oleh Ir. Vani Virdyawan, S.T., M.T., Ph.D. Acara berlangsung pada Kamis (14/8/2025) di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) ITB, di hadapan mahasiswa baru yang antusias menyambut wawasan baru dari dunia teknologi.

Soft robotics berbeda dari robot konvensional karena berbahan lunak layaknya balon, sehingga lebih aman bersentuhan dengan tubuh manusia. Teknologi ini terinspirasi dari gerak makhluk hidup seperti gurita, cacing, hingga serangga, menjadikannya fleksibel sekaligus ramah pengguna. Inovasi ini diharapkan mampu menjawab tantangan layanan kesehatan, terutama di negara dengan populasi besar dan wilayah luas seperti Indonesia.

Salah satu pengembangan yang menonjol adalah bronkoskop berbasis robot lunak, hasil kolaborasi ITB dengan Imperial College London. Alat ini dinilai lebih aman, murah, serta memungkinkan produksi dalam negeri sehingga bisa menjawab kebutuhan masyarakat luas. Selain itu, soft robotics juga membuka peluang untuk bedah minimal invasif, seperti stiff-flop robot yang dapat mengubah tingkat kekakuannya, hingga robot mirip cacing yang bergerak peristaltik untuk membantu prosedur kolonoskopi.

Peneliti ITB juga mengembangkan steerable needle, jarum fleksibel yang meniru gerakan sengat tawon agar mampu menghindari pembuluh darah saat operasi otak. Tak hanya itu, inovasi robot lunak juga diarahkan ke pembuatan lengan bionik yang lebih terjangkau dibanding versi rigid berbahan logam. 

“Meskipun robot seperti Baymax masih fiksi, soft robotics memiliki potensi nyata untuk hadir di layanan kesehatan masa depan,” ungkap Vani dalam orasinya.

ITB sendiri telah menunjukkan rekam jejak nyata dalam pengembangan teknologi kesehatan. Selama pandemi COVID-19, tim ITB melahirkan ventilator lokal Vent-I yang mendapat penghargaan People of the Year 2021. Ada pula inovasi kaki palsu dengan mekanisme khusus agar nyaman digunakan untuk duduk bersila, serta sistem perencanaan operasi digital berbasis 3D printing yang mampu memangkas waktu operasi hingga 50 persen.

Menutup orasi ilmiahnya, Vani berpesan agar mahasiswa baru ITB tidak hanya menguasai sains, teknologi, dan seni, tetapi juga berani mencoba hal baru meski berisiko gagal. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin, keaktifan dalam organisasi, serta rasa ingin tahu yang tinggi sebagai bekal menghadapi masa depan. Dengan semangat tersebut, para mahasiswa diharapkan mampu melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi bangsa maupun dunia.

Logo Kemahasiswaan ITB

Gedung Campus Center Barat Lantai 1

Jl. Ganesa No.10 Lebak Siliwangi

Kec. Coblong, Kota Bandung 40132

Phone: (022) 2504814

© Direktorat Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung